Sunday, December 20, 2009

8 x 3 = 23 ?????



Ketika saya menulis judul artikel ini, saya sempat tersenyum karena teringat akan pembicaraan saya dengan beberapa orang teman di Paguyuban Igo Bandung minggu kemarin.

Pembicaraan dimulai ketika kita sedang membahas tentang anggota yang kurang aktif di Paguyuban. dan, terlontarlah pernyataan seperti judul di atas dari salah seorang teman, Lilu. Saya dan Imam, sempat bingung maksudnya apa..namun setelah mendengarkan ceritanya, saya merasa tersentuh dan bingung. Tersentuh karen apa yang diceritakan ternyata tidak hanya untuk topik yang kita bicarakan, tapi bisa disegala bidang kehidupan khususnya hubungan antar sesama. Bingung karena apa yang telah terjadi membuat salah satu teman kami tidak pernah datang lagi ke paguyuban. tapi, saya tidak akan membahas soal teman kami ini, tapi saya akan menceritakan apa yang diceritakan oleh Lilu pada saya dan Imam.

Dikisahkan ada dua orang laki-laki yang bertemu di pasar. orang pertama kita sebut si bodoh, karena memang diceritakan kalau dia itu bodoh. orang kedua itu si pintar. terjadi percakapan hingga terlontar dialog sebagai berikut diantara mereka.

Si bodoh : Walau saya bodoh, saya yakin 8x3 itu sama dengan 23!

Si Pintar: Memang dasar bodoh! 8x3 itu sama dengan 24!

perdebatan tidak ada habisnya sampai terlontar :

Si Bodoh : Kalau saya salah, potong leher saya!!!

Si Pintar: Kalau saya salah, Silahkan kamu ambil jabatan dan harta saya!!!

kemudian, pergilah mereka ke seorang guru besar ahli matematika untuk membuktikannya. Guru besar ini adalah guru yang telah membuat si Pintar ini menjadi pintar. Setelah keduanya menceritakan apa yang telah terjadi, kagetlah keduanya mendengar ucapan sang guru besar.

Guru Besar : Ya, betul apa kata si Bodoh, 8x3 itu sama dengan 23.

Kagetlah si pintar, dengan segala alasan dan penjelasannya, sang guru besar enggan untuk menarik ucapannya kembali hingga si pintar memutuskan untuk tidak mengakuinya lagi sebagai gurunya.

Namun, sebelum si pintar meninggalkan sang guru, sang guru memintanya untuk mengobrol empat mata tanpa si bodoh. Si pintar pun menyetujinya sebagai pertemuan terakhir dengan gurunya.

Guru Besar : Kamu tahu, apa yang sebenarnya terjadi?

Si pintar : tidak. memang kenapa?

Guru Besar : sebetulnya, 8x3 itu memang benar 24. Tetapi benar atau tidaknya 8x3=24 bukanlah sesuatu yang palin penting di sini. Yang penting adalah nyawa temanmu yang jika dia salah maka nyawanya yang hilang. Betul kan? terkadang, kita harus melihat sesuatu yang kecil yang mungkin berdampak besar dari sisi lain..

Si Pintar itupun terdiam dan mengerti apa maksud dari perkataan gurunya.

apakah anda mengerti?

No comments: