Friday, April 8, 2011

Luapan emosi

Haduh haduh... sudah hampir dua minggu saya ketar-ketir sama ni Flu. sudah mau baikan, eh...menjadi-jadi gara2 emosi atau salah makan...>.<

Yang jelas, dua minggu ini hawa nya malas. malas melakukan apa-apa yang menggunakan berfikir. Ngerjain skripsi misalnya. Pengennya makan...makan...keluyuran...dan tidur. Jadi kayak kucing saya dulu, si Nico.

Selain fisik yang harus dijaga ketat, akhir-akhir ini juga sepertinya emosi dan hati perlu dijaga(Haduh...ternyata bener dah, emosi mempengaruhi kesehatan). Saya lagi malas dengan yang namanya debat karena masalah sepele, mempertahankan argumen sepihak, dan debat kusir.

Halah, saya sudah dewasa, anda sudah dewasa... Saya lebih suka kalau kita diskusi dengan baik. sok,diskusi bareng. Ngomong sama saya langsung, jangan lewat belakang. Kalau ini ada sangkut pautnya dengan saya, jangan sampe saya tahu dari orang....karena itu bakal memperburuk diskusi walaupun saya tahu arah anda bakal kemana...dan sebagus apapun tujuan baik anda akan tertutup karena cara anda yang salah.

Mungkin, yang selanjutnya, bakal nggak dimngerti banyak orang kecuali yang terlibat langsung dengan suatu kejadian yang terjadi tidak lama ini:

Sebetulnya, saya lebih suka memilih jalan mencari yang terbaik untuk bersama, siapa yang tidak suka? Jadi, jangan berfikiran kalau apa yang telah saya ajukan adalah ego saya untuk kepentingan saya pribadi. Oke, mungkin anda lebih jago dari saya. Anda boleh kecewa dengan sistem yang saya terapkan... TAPI, perlu diingat. Yang harus kecewa dengan sistem yang diterapkan adalah SAYA. karena: SEGALA SESUATUNYA TIDAK SESUAI DENGAN APA YANG SAYA HARAPKAN..! Hampir semua member tidak sesuai dengan yang saya fikirkan. Andapun termasuk ambil bagian di dalamnya.

Saya senang anda mengutarakan pendapat di depan umum, saya tahu arah anda kemana, tapi saya tidak suka dengan apa yang tersirat di perkataan anda. Perlu anda ketahui, walaupun tidak anda bilang: ego, iri, dan kesal terlihat di wajah anda. Parahnya lagi, anda mengutarakan suara anda atas nama seluruh anggota yang mana saya tidak tahu kebenarannya apakah memang benar mereka berfikir demikian atau tidak (walaupun saya tahu sebagian berfikiran sama dengan anda). Tapi, apa pantas memprovokasi yang lain yang tidak berkepentingan dan tidak sehati dengan anda?

Tujuan dan keinginan per golongan, mungkin telah terencana matang ditangan anda. Tapi ingat, anda berada di dalam sistem. Bagian dari suatu unit. Ingat pepatah: Dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung. Pijaklah aturan. Jangan junjung kami para pengurus, karena mungkin akan timbul rasa ketidak adilan di depan mata anda setelah apa yang telah terjadi. Tapi junjung kebersamaan, kekeluargaan, dan kesenangan bersama.

Anda pun harus berkaca pada diri anda. Ok, kami pengurus menerima cambuk untuk memperbaiki diri demi kenyamanan bersama. Tapi apa yang telah anda lakukan? Yang anda lakukan adalah lempar batu sembunyi tangan. Melempar masalah ke publik, tapi anda kabur. Kabur tanpa memberi solusi. Kedepannya, saya berterima kasih pada junior-junior yang mau berfikir memecahkan solusi dari masalah yang anda lempar. Sungguh lebih dewasa. Bukan kami tidak ingin berfikir untuk masalah ini (jelas kami yang memulai, kami yang memperbaiki jika ada masalah)tapi saya pribadi melihat sikap anda dalam masalah ini masih buram.Ada di mana sih anda?


Halah. bikin pusing. Saya perlu waktu banyak untuk istirahat. Berusaha untuk tidak berfikir keras untuk masalah di atas. Semoga, kedepannya tidak seperti kejadian yang terjadi beberapa waktu lalu, persahabatan tetap terjaga dan...no hurt feeling.